Bekas Botol Dibuang, GBK Jadikan Cacahan Hasilkan Cuan

Tidak dapat dipungkiri bahwa kini plastik menjadi salah satu perusak bagi ekosistem lingkungan hidup. Plastik adalah salah satu sampah yang dihasilkan dari berbagai kemasan barang yang digunakan oleh manusia. Sampah plastik sulit diuraikan secara alami oleh tanah sehingga plastik dapat menghalangi proses peresapan air dan menutupi paparan sinar matahari. Plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat diurai. Hal ini menyebabkan berkurangnya bahkan hilangnya kesuburan tanah dan juga dapat menyebabkan banjir bahkan banyak diantaranya juga menggenang dan mengendap di dasar laut. Melihat hal ini, Manajemen GBK berupaya untuk meminimalisir penggunaan kemasan plastik dan styrofoam di Kawasan GBK dengan mengeluarkan Peraturan Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Nomor Nomor 03 Tahun 2021 tanggal 30 April 2021.  


Sosialisasi program ini pun terus gencar dilakukan dengan pertemuan langsung dengan para tenant GBK, membuat media sosialisasi yang disebar ke seluruh tenant dan unit kerja GBK serta sosialisasi melalui berbagai media public service announcement baik media sosial maupun penayangan pada media videotron dan led runner di Kawasan GBK. Hal ini guna meningkatkan kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam di Kawasan GBK dan untuk meningkatkan kesadaran individu untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, Manajemen GBK juga melakukan aksi nyata yaitu menngunakan kantong berjenis eco-plastic yang terbuat dari bahan alami, seperti tepung singkong, turunan minyak nabati, dan bahan alami lainnya. Selain itu GBK juga menggelar mini talkshow bertajuk GBK Waste Management di Hutan Kota pada akhir Januari 2022. Aksi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan lainnya adalah dengan membangun GBK Waste Treatment Plant sebagai tempat untuk melakukan daur ulang botol plastik. 


GBK Waste Treatment Plant menjadi pusat pengolahan daur ulang botol plastik yang ada di Kawasan GBK. Seluruh sampah yang dihasilkan khususnya yang telah digunakan sebagai kemasan minuman di pilah di pusat pembuangan sampah GBK. Pemilahan sampah ini berguna untuk mengurangi tumpukan sampah dan memudahkan dalam proses daur ulang. Sampah dipilah sesuai kategori sampah basah dan sampah kering. Sampah kering ini terdiri dari kemasan berbentuk botol plastik yang bisa diolah untuk dilanjutkan ke proses penggilingan di GBK Waste Treatment Plant. Di lokasi ini botol plastik kembali dipilah menjadi 3 kategori yaitu botol biru, botol putih dan gelas. Hal ini dilakukan untuk memisahkan jenis botol dan valuenya. 


Daur ulang botol plastik dilanjutkan dengan proses penggilingan masing-masing botol plastik dan tutup botolnya dilakukan secara terpisah dengan menggunakan mesin. Hasil penggilingan berupa cacahan plastik berukuran 10mm yang sudah bersih dan keringkan dengan mesin blower kemudian dikemas dalam karung berukuran 16 kg dan siap untuk dijual. Dalam 1 bulan daur ulang sampah di GBK dapat menghasilkan ± 2.000 kg. Cacahan plastik ini dapat dijual untuk digunakan sebagai bahan baku produk rumah tangga seperti sapu, pengki atau dakron untuk isian bantal maupun boneka. 


Diharapkan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Manajemen GBK dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli dan meningkatkan perannya dalam mengurangi penggunaan plastik atau kemasan sekali pakai. GBK dapat menginspirasi instansi lainnya untuk memberikan upaya nyata dalam melestarikan lingkungan salah satunya dengan melakukan daur ulang sampah.

News Gallery

61 Comments

  1. n ncMUFCMU says:

    555

  2. n ncMUFCMU says:

    555

  3. n ncMUFCMU says:

    555

  4. n ncMUFCMU says:

    555

  5. n ncMUFCMU says:

    555