Select Page

Kawasan GBK memiliki fungsi tidak hanya sebagai sarana olahraga, namun juga sebagai sarana kegiatan sosial, budaya, politik, rekreasi, bahkan sebagai kawasan hijau baru bagi kota Jakarta. Saat renovasi, GBK memperluas lahan hijau yaitu Hutan Kota GBK di atas lahan seluas ± 45.000 m2. Hutan Kota GBK merupakan ruang terbuka hijau yang menambah luasan paru-paru kota Jakarta.

“Sebagai pengelola, Manajemen GBK mengemban tugas untuk memelihara, mempertahankan, dan meningkatkan kualitas fungsi dan peran kawasan dalam menyumbangkan oksigen bagi mayarakat kota Jakarta” ujar Winarto, Direktur Utama GBK.

Salah satu aksi nyata yang dilakukan Manajemen GBK adalah melanjutkan penanaman pohon di Hutan Kota GBK pada 17 Mei 2019 bersama Plataran Indonesia. Pada kegiatan ini, secara simbolis Direksi GBK dan Direksi Plataran Indonesia melakukan penanaman 17 pohon rindang. Dipilihnya angka 17 bukan tanpa arti. Angka 17 mengandung makna khusus sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Diharapkan pohon yang telah ditanam akan tumbuh rindang dan mampu mengurangi kadar karbonmonoksida kendaraan bermotor. Hutan Kota GBK telah menjadi paru-paru kota penghasil oksigen bagi masyarakat Jakarta

Kedepan, penanaman pohon dengan jenis yang lebih beragam akan terus dilakukan oleh GBK bersama Plataran Indonesia. Yozua Makes sebagai CEO Plataran Indonesia, mengharapkan nantinya Hutan Kota yang akan mengusung konsep “Light of Nusantara “, bukan saja dapat dinikmati oleh masyarakat Jakarta tetapi juga masyarakat Indonesia dan internasional dengan mengedepankan aspek alam, budaya dan kejayaan Indonesia, termasuk kulinernya.