Select Page

Pada Kamis 20 September 2018, delegasi dari ASEAN dan Jepang mengunjungi Stadion Utama GBK untuk menghadiri workshop tentang sistem keamanan berbasis teknologi biometri. Workshop ini diselenggarakan oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terrorisme), PPIM (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat), dan UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta. Tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk mempromosikan dan berbagi pengalaman dalam penggunaan teknologi biometri guna meningkatkan keamanan.
Workshop ini dibuka dengan paparan dari Direktur Operasional dan Pembangunan PPKGBK, Gatot Tetuko. Beliau memaparkan tentang sistem keamanan yang diterapkan di GBK dari ring 1 (lintasan atletik stadion utama GBK) hingga ring 4 GBK (sisi terluar kawasan olahraga GBK). Kemudian dilanjutkan paparan tentang fitur-fitur perangkat keamanan dari pihak NEC selaku perusahaan yang memfasilitasi perangkat keamanan di GBK. Setelah itu peserta diajak untuk melihat secara langsung pengaplikasian perangkat keamanan di dalam Stadion Utama GBK. Peserta pun takjub saat melihat langsung Command Center yang mana seluruh kawasan GBK dapat terpantau dari sana.
“Sudah semestinya sistem keamanan berbasis teknologi biometri seperti ini diterapkan di kawasan seluas GBK yang dikunjungi oleh puluhan ribu pengunjung” ujar Thant Zin Winn, Deputy Director Myanmar Customs Department, sebagai salah satu delegasi ASEAN. Rizal dari anggota Densus 88 sebagai personel pengamanan pada saat Asian Games 2018 kemarin juga mengatakan bahwa sangat terbantu dengan adanya teknologi biometri ini.
Memang saat ini Stadion Utama GBK bertransformasi menjadi Smart Stadium, beberapa kecanggihan teknologi menjadi bagian dari GBK yaitu kamera CCTV dengan kualitas gambar 7K dan dengan teknologi face recognition, untuk merekam dan mendeteksi wajah serta aktivitas pengunjung. Dengan sistem pendeteksi wajah ini, wajah-wajah yang masuk dalam daftar aparat keamanan dapat terbaca dalam waktu 3 detik. Pintu masuk menggunakan turnstile dengan access control, sehingga hanya pengunjung yang memiliki tiket saja yang bisa masuk ke Stadion Utama. Pintu keluar otomatis juga terintegrasi dengan sistem yang ada di Command Center.