Select Page

Dibalik kemegahan Stadion Aquatic GBK yang berstandar internasional untuk pertama kalinya PB. Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey Underwater dan Kejurnas Free Dive pada 29 April hingga 1 Mei 2019. Kejuaraan ini, selain mempertandingkan cabang Hockey Underwater dan Kejurnas Free Dive, juga mempertandingkan Kejurnas Finswimming Nomor Kolam Senior & Kelompok Umur, sementara untuk Kejurnas Selam Nomor Laut dilaksanakan di Pantai Mutiara, Jakarta.

Sedikit ulasan mengenai cabang olahraga selam yang dipertandingkan dalam Kejurnas kali ini:
Hockey Underwater adalah olahraga hoki yang dilakukan di dalam air. Pada dasarnya olahraga ini hampir sama seperti pertandingan hoki yang dilaksanakan di lapangan. Perbedaan mendasar terletak pada tempat pertandingan dan peralatan yang digunakan. Karena berada di dalam air, maka para peserta wajib menggunakan pakaian renang, masker dan fins atau sepatu katak. Sementara untuk stick hockey atau tongkat hoki berukuran lebih pendek dari tongkat hoki lapangan dan menggunakan puck atau bola hoki. Pemenang olahraga hoki dalam air ini adalah tim yang berhasil memasukan bola hoki ke dalam gawang lawan.

Free diving adalah terjun bebas ke dalam air. Peserta menggunakan wet suit atau baju selam, masker dan fins. Kategori yang dilombakan yaitu statik apnea (tahan napas tanpa gerak), dynamic with fins (berenang di dalam air tahan nafas pake alat fins) dan dynamic no fins (berenang tahan napas tidak pakai fins).

Finswimming adalah renang dengan mengunakan fins dan beradu cepat dengan peserta lain dalam jarak tertentu. Sepatu katak yang bisa digunakan dalam olahraga ini ada dua macam, yakni monofins (dua sepatu menjadi satu bagian) dan bifins (dua sepatu menjadi dua bagian). Terdapat empat teknik yang bisa diterapkan yaitu Apnoea (menyelam dengan satu tarikan nafas) dan Bi-fins.

Kejurnas Selam Nomor Laut adalah lomba selam di laut dimana para peserta harus berlomba untuk dapat menempuh jarak yang telah ditentukan secepatnya. Tantangan di nomor ini adalah jarak yang jauh serta arus bawah laut yang dipastikan bakal menguras stamina.

Diharapkan dengan adanya Kejurnas ini, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas Stadion Aquatik GBK untuk mengakomodir tidak hanya olahraga renang tetapi juga untuk cabang olahraga selam. Selain itu, diharapkan kedepannya olahraga selam semakin dikenal masyarakat tidak hanya sebagai olahraga rekreasi tetapi juga dapat menjadi olahraga prestasi yang mampu membawa nama Indonesia di kancah internasional.