Select Page

Dalam rangka turut memeriahkan peringatan HUT Ke-47 Kemerdekaan Republik Indonesia, Manajemen Gelora Bung Karno membangun gapura yang terletak di Pintu 6 Komplek Gelora Bung Karno. Gapura tersebut bernama Kepak Sayap Garuda Hiasi GBK.

Gapura setinggi 17 meter berdiri megah di Pintu 6 Gelora Bung Karno seolah menyambut para pejalan kaki memasuki kawasan GBK. Ide pembuatan berasal dari bentuk sayap Burung Garuda dan Bendera Merah Putih yang mewakili lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menyatukan keragaman budaya di Indonesia. GBK menyatukan unsur lambang Negara, logo HUT Ke-47 Kemerdekaan Republik Indonesia, batik, bambu, anyaman dan unsur beberapa cabang olahraga serta konsep anamorphic yang menjadi dasar gapura. Motif batik parang diambil sebagai simbol dari petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus yang melambangkan simbol persatuan dan kesatuan. Bambu merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang memiliki banyak manfaat yang diantaranya dipergunakan sebagai senjata bambu runcing dalam merebut kemerdekaan 1945. Anyaman merupakan salah satu bentuk karya seni warisan nenek moyang yang mencerminkan kreatifitas keaneka ragaman Budaya Nusantara. Beberapa cabang olahraga mewakili salah satu fungsi kawasan GBK sebagai kawasan olahraga. Konsep anamorphic mewakili konsep seni kaum milenial akan ekspresi karya seni yang berupa lukisan 3D-art. Tinggi gapura 17 meter melambangkan tanggal hari Kemerdekaan Indonesia, dengan proses pengerjaan selama 8 hari dan dikerjakan oleh 45 pegawai GBK yang bergotong royong turut berpartisipasi dalam proses pembangunannya. Usia kemerdekaan disimbolkan melalui logo HUT bersanding dengan Burung Garuda.

Kepak Sayap Garuda Hiasi GBK menjadi satu dari 1.793 gapura yang mendaftar di website resmi di www.gapuracintanegeri.com yang terdiri dari 1.456 kategori umum dan 337 kategori Lembaga/Instansi/Perusahaan/Organisasi. Penilaian dilakukan berdasarkan nilai seni, kreativitas dan semangat dalam proses pembangunan, gotong-royong, dan kesesuaian dengan tema yang telah ditentukan oleh Panitia. Pada 23 Agustus 2019, Panitia mengumumkan sepuluh pemenang Festival Gapura Cinta Negeri kategori umum yaitu: 1. Sriyanta dari Kabupaten Boyolali; 2. Eko Siswanto dari kota Semarang; 3. Moh. Nurrohman dari Kabupaten Rembang; 4. Roni Sintiu dari Kabupaten Batu; 5. Otniel Kayani dari Kabupaten Kepulauan Yapen; 6. Dede Rahmat dari Kabupaten Bandung Barat (pemenang terbaik kategori umum); 7. Arif Rahman dari kota Banjarmasin; 8. Ramsyah dari Kabupaten Kutai Kartanegara; 9. Mahgodie Idris dari Kota Palembang; dan 10. Riyadi dari Kabupaten Magelang. Untuk pemenang Festival Gapura Cinta Negeri kategori lembaga/ instansi/perusahaan/organisasi yaitu: 1. PT Varash Saddan Nusantara dari kota Denpasar; 2. SMA Kristen Barana dari Kabupaten Toraja Utara; dan 3. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno dari DKI Jakarta.

Seluruh pemenang berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia pada 2 September 2019 di Istana Negara. Gapura Cinta Negeri merupakan salah satu apresiasi masyarakat yang cinta akan tanah air dan bangsa yang sedang memperingati Hari Kemerdekaannya.