Select Page

Stadion Aquatik Gelora Bung Karno (GBK) merupakan tempat digelarnya seluruh pertandingan cabang olahraga aquatik di ajang Asian Games 2018. Terdapat 3 kolam yang digunakan untuk pertandingan yaitu kolam pertandingan, kolam polo air, dan kolam loncat indah dengan atap semi tertutup dan 1 kolam untuk pemanasan. Untuk menjaga kejernihan air kolam tidak lagi memakai kaporit, tapi menggunakan zat klorin dan desinfektan serta suhu air tetap dijaga antara 26 s.d 28 derajat celcius.

Dengan fasilitas yang dimiliki saat ini, Stadion Aquatic menjadi venue aquatic terbaik di Asia. Manajemen GBK mampu menjaga dan memelihara kolam-kolam berikut fasilitas pendukungnya untuk selalu siap gunakan. Pemeliharaan dilakukan secara rutin, yaitu dengan menggunakan robotic pool vacuum cleaner yaitu mesin pembersih kolam renang yang dilengkapi dengan microprosesor dan bekerja secara otomatis mencari kotoran baik di dasar maupun di dinding kolam hingga bersih. Dengan kemampuan yang dimiliki mesin ini, dipastikan kebutuhan akan kolam yang siap pakai dapat terpenuhi dan dipastikan efisiensi waktu dan tenaga pembersih.

Normalnya petugas kebersihan Stadion Aquatik dilakukan 2 shift sehari yaitu pukul 22.00-24.00 WIB dan 04.00-06.00 WIB dengan total 10 petugas kebersihan, selama berlangsungnya Asian Games XVIII Tahun 2018 ini ada penambahan petugas kebersihan yaitu menjadi 24 jam yang dibagi 3 shift dengan total 30 petugas kebersihan. Untuk pembersihan di dasar kolam. Selain menggunakan robotic pool vacuum cleaner juga dilakukan secara manual untuk memastikan area kamera bawah air juga tetap terjaga kebersihannya. Selain setiap harinya petugas dari Unit Stadion Aquatic GBK juga harus melakukan pengecekan derajat keasaman (ph) air dan kadar klorin menggunakan testkit sehingga air kolam sesuai dengan yang disyaratkan oleh Federasi Renang Internasional (Fédération Internationale de Natation, disingkat FINA) yaitu berkadar 7,2-7,6 untuk ph dan 1,0-2,0 untuk klorin serta tidak memiliki zat-zat yang membahayakan perenang. Setelah menjalani perawatan dan dipastikan semua ketentuan yang disyaratkan oleh FINA baik dari segi kejernihan, keasaman dan kebersihannya sudah terpenuhi, maka penyelenggara kegiatan seperti INASGOC yang bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan dapat melaksanakan kegiatannya. Selama berlangsungnya Asian Games 2018, perenang yang berlaga di Stadion Aquatic GBK menorehkan prestasi tertingginya yaitu pemecahan rekor dunia yang dicetak oleh Liu Xiang, atlet renang China di nomor 50 meter gaya punggung wanita. Rekor ini terjadi pada saat Final Cabang Olahraga Renang Wanita Asian Games 2018. Rekor sebelumnya terjadi pada tahun 2009 dalam Kejuaraan Dunia Akuatik di Roma dengan catatan waktu 27,06 detik. Liu mengalahkan pemegang rekor senegaranya sendiri yaitu Zhao Jing dengan mencatatkan waktu 26,98 detik. Menanggapi pemecahan rekor dunia di Asian Games 2018, Husain Al Musallam selaku Direktur Umum Olympic Council of Asia (OCA) menyatakan ia merasa senang bahwa dengan adanya pemecahan rekor renang ini menunjukkan kualitas olahraga Asia sangat bagus hingga dapat melampui rekor dunia yang pernah ada. Husain juga menyampaikan pujiannya bahwa kualitas Stadion Akuatik GBK sangat baik dan memiliki fasilitas mumpuni sebagai salah satu faktor penunjang para atlet renang berprestasi.