Select Page

Federation of International Football Association (FIFA) selaku induk organisasi sepakbola dunia pada 24 Oktober 2019 telah resmi memastikan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia (pildun) U-20 Tahun 2021. Ini adalah kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia setelah 22 tahun digelarnya perhelatan akbar sepakbola dunia. Berbagai persiapan sudah mulai dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menjadi salah satu venue yang paling berpotensi untuk menggelar rangkaian perhelatan piala dunia pada 2021 mendatang.

Dengan berbagai fasilitas dan sarana penunjangnya, Stadion Utama GBK menjadi salah satu venue olahraga yang paling siap menjadi tuan rumah piala dunia. Namun hal tersebut masih belum sempurna, karenanya Manajemen GBK mulai membenahi infastruktur venue sepakbola baik Stadion Utama GBK sebagai venue pertandingan maupun beberapa lapangan sepakbola terbuka lainnya yang akan digunakan untuk venue latihan tim peserta yang akan bertanding.

Salah satu perbaikan yang dilakukan oleh Manajemen GBK adalah memperbaiki arena lapangan Stadion Utama GBK. Upaya yang dilakukan adalah pembuatan ribuan biopori pada titik-titik rumput yang lemah dan membutuhkan ekstra perawatan. Biopori adalah teknik melubangi tanah dengan menggunakan hole cutter, kemudian mengganti media tanam yang sudah padat dengan media pasir baru dan mengembalikan rumput seperti semula. Jarak antara titik biopori satu dengan yang lainnya yaitu 50 cm dengan kedalaman 20-25 cm. Diharapkan dengan pembuatan biopori ini dapat memperbaiki media tanam dan air dapat meresap hingga dapat menjangkau area zona akar. Jika media tanam dan resapan air cukup, maka pertumbuhan rumput akan lebih baik lagi. Perbaikan lainnya secara simultan akan dilakukakan untuk memenuhi ketentuan dan kelengkapan yang berlaku.