Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi penanggung jawab atas kesiapan infrastruktur untuk mendukung Asian Games 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang.

Hingga saat ini penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi venue serta penataan kawasan Gelora Bung Karno dan Wisma Atlet di Kemayoran terus dikebut. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono optimis proyek rehabilitasi venue-venue di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan dan pembangunan Wisma atlet Kemayoran akan selesai tepat waktu pada Oktober 2017 nanti.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Infrastruktur Asian Games XVIII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), per 17 November 2016, pekerjaan fisik rehabilitasi stadion renang telah mencapai 10,26% dari rencana 10,21%.

Rehabilitasi Istora Gelora Bung Karno (GBK) progres pekerjaan fisiknya telah mencapai 5,16% dari rencana 4,66%, pembangunan fasilitas latihan realisasinya mencapai 0,64% dari rencana 0,34%.

Sementara pekerjaan konstruksi terbesar yakni rehabilitasi lapangan di Stadion Utama GBK saat ini progresnya telah mencapai 4,32% dari target 4,57%.

Rehabilitasi Lapangan Hoki, Panahan, Sepakbola A/B/C realisasinya telah mencapai 22% dari rencana 24,8%. Sedangkan Tenis Indoor dan Center Court realisasinya 11,01% dari target 15,65%.

Sementara untuk penataan kawasan GBK, pekerjaan fisik akan dilakukan pada awal 2017. Penataan kawasan GBK dilakukan untuk menciptakan kualitas ruang luar bangunan venue yang lebih baik namun dapat menyatu dengan bangunannya.

Perbaikan juga dilakukan terhadap sarana dan prasarana luar bangunan seperti gerbang, loket, pedestrian, parkir, pagar, tempat duduk, toilet. Kemudian penanda kawasan, food court, playground, outdoor gym dan sampah.

Sementara itu progres konstruksi Wisma Atlet Kemayoran Blok C-2 realisasinya 28,9% dan Blok D-10 realisasinya telah mencapai 32,7% dari rencana 31,6%.

Rencana topping off untuk tower yang memiliki 18 dan 24 lantai itu akan dilakukan pada akhir 2016, dan untuk tower 32 lantai pada Januari atau Februari 2017.

Wisma atlet tersebut nantinya akan memiliki 10 menara. Tiga menara rusun dibangun di blok C2 di atas lahan seluas 27.654 meter persegi dengan kapasitas 1.932 unit hunian dan tujuh menara di Blok D10 di atas lahan seluas 79.400 meter persegi dengan 5.494 unit hunian

Sumber: okezone.com